Minggu, 20 Januari 2013

Kisah Ajun Perwira Akting Menjadi Pocong


AJUN-PERWIRA-ryan-muhjani
BEBERAPA pekan yang lalu, tabloidBintang versi cetak menulis profil Dinda Hauw. Kami menyebutnya pendatang baru wanita di industri film yang patut diantisipasi. Lantas, siapa pendatang baru pria yang patut dilirik? Anak Agung Bagus Perwira Karang (23) jawabnya.
Panggil saja, Ajun Perwira, pemeran Poconggg dalam Poconggg Juga Pocong (PJP).
Minggu pertama 2012, kami mendapat data PJP menyodok ke peringkat tiga dalam daftar film terlaris 2011. Karya Chiska Doppert menggusur The Tarix Jabrix 3 dengan raihan 611.290 penonton hanya dalam tiga bulan masa edar.
Ingin Jadi Pegawai Negeri Sipil
Bagi aktor kelahiran Denpasar 9 September ini, tangga box office bukan hal baru. Masih pada 2011, film Ajun lainnya, Di Bawah Lindungan Ka’bah ditonton 520 ribu orang. Pencapaian yang jarang didapat bintang layar lebar kecuali Dewi Perssik.
“Padahal, cita-cita semula ingin jadi Pegawai Negeri Sipil. Bekerja sesuai jam kantor dan dapat pensiunan di masa tua,” aku Ajun saat berkunjung ke kantor Bintang, pekan lalu. Cita-cita klasik ini mulai diwujudkannya sejak 2005.
Putra Anak Agung Boyke Karang dan I Dewa Ayu Widyani ini kuliah di Fakultas Ekonomi, Jurusan Akuntansi, di Universitas Udayana, Bali. Di Kampus Dewata itu, Ajun “terjerumus” di dunia modeling. Ajun bergabung dengan CNC Model Agency. Sebulan kursus, Ajun ditawari show di sebuah hotel berbintang. “Saya memperagakan busana adat Bali, dengan honor 150 ribu,” lanjutnya.
Catwalk adalah jembatan yang menghubungkan Ajun dengan banyak celah. Memasuki 2008, dia ditawari film Coblos Cinta bersama Tommy Kurniawan dan Jessica Iskandar. Ajun mundur. Tak ingin mengorbankan kuliah yang sebentar lagi rampung.
Dia berprinsip, film yang jadi jodohnya akan datang setelah mengenakan toga. Ajun lulus kuliah setelah 4,5 tahun dengan Indeks Prestasi Kumulatif 3,08.
“Setelah kuliah, saya memulai dari nol. Ditawari menjadi model video klip Last Child ‘Perih’. Setelah itu, tampil di sinetron Nada Cinta bersama Mikha Tambayong, Randy Pangalila,” dia menukas.
Sinetron ini ditonton jutaan orang, namun belum mengangkat pamor Ajun. Peluang yang dinanti itu datang September tahun lalu. Butet, casting director Maxima Pictures menawarkan peran. “Ayo Ajun, coba kamu jadi pocong sok asik. Loncat yang bener!”
“Saya meloncat sekitar 20-30 kali. Saya diterima. Syuting PJP selesai awal November. Tidak ada yang menyangka PJP ditonton 600 ribu orang lebih. Saya membaca naskahnya, lumayan menarik. Waktu itu, saya baru selesai syuting Nada Cinta. Daripada tidak ada job, lebih baik ikut kasting,” kenang pemeran Pocong Arif dalam film Pocong Kesetanan.
Kalah 30 Juta
Dampak terbesar dari PJP, jelas popularitas. Setidaknya, followers Ajun di Twitter yang semula hanya 6.000 bertambah hampir 19 ribu. Nayato Fio Nuala melibatkannya dalam proyek horor komedi Pocong Kesetanan.
“Pocong itu harusnya berwajah seram dan pakai kacamata. Tapi ketika dilihat, PJP meledak, saya dihubungi Nayato untuk syuting sehari saja. Ketika saya cek honornya, astaga! Bayaran syuting satu hari sama seperti bayaran syuting satu produksi. Wow!” serunya.
Itulah potret perjalanan Ajun sepanjang 2011. Dimulai dengan jadi model video klip, diakhiri dengan peran pocong paling lovable. Awal tahun ini, Anda bisa menyaksikan Ajun setiap malam dalam sinetron Cinta Sejati, mendampingi pasangan paling dibicarakan, Evan Sanders-Chelsea Olivia. Awal tahun ini pula, Ajun akan melepas film keempat My Last Love.
Sukses hanya dicapai oleh mereka yang bekerja keras, percaya, dibantu dengan sedikit faktor luck, dan doa dari orangtua.
Ketika masuk lima besar MTV VJ Hunt tahun lalu (mewakili Bali), Ajun telah membahas kemungkinan banting setir cita-cita dari PNS menjadi aktor dengan orangtua. Prinsipnya, orangtua tidak mempermasalahkan. Mereka mengingatkan empat hal: Jangan mabuk-mabukan. Jangan main narkoba. Jangan main cewek. Jangan taruhan.
Nasihat terakhir soal taruhan benar-benar dicamkan personel The Junas Monkey ini. Jujur, Ajun pernah kecanduan judi daring. Taruhan main bola lewat ponsel.
“Pertama, saya menang 15 juta. Tapi setelah main beberapa kali, saya kalah melulu. Saya kalah 30 juta. Ini strategi si operator. Saya diberi kemenangan belasan juta rupiah di awal. Setelah saya terpancing, mereka mengeruk uang sampai puluhan juta. Itu tidak sepadan. Jangan pernah berjudi, percaya saya!” ia mengingatkan.
Kemenangan di awal, membuatnya berpikir uang bisa didapat hanya dengan duduk-duduk di sofa sambil pencet-pencet ponsel.
“Padahal, kemenangan sebenarnya didapat ketika seseorang bekerja keras, memenuhi target hidup. Kalau orang bilang saya telah melakukan lompatan besar, terima kasih dan saya bersyukur. Target saya tahun ini, ingin mendapat peran utama di sinetron,” pungkasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar